News & Articles
|
10 Oktober 2016 10:38:09 Artikel Nov 2016 |
Melatih Kemandirian AnakKemandirian tentunya perlu diajarkan sedini mungkin pada anak. Meskipun demikian banyak orang tua yang melewati cara mengajarkan anak mandiri dikarenakan beberapa alasan, salah satunya kesibukan orang tua dengan pekerjaan diluar rumah atau ketergantungan antara anak dan orang tua hingga sulit untuk melepaskan. Perilaku anak dapat dibentuk dari pengaruh lingkungan, sedangkan lingkungan terbesar anak-anak adalah rumah. Salah satunya adalah ketika sebagian anak takut pada hal baru sedangkan sebagiannya lagi justru mencoba penuh dengan berani bahkan tidak jarang hingga yakin benar. Hal ini jelas merupakan salah satu gambaran tingkat kenyaman pada anak yang masing-masing memiliki perbedaan. Betulkah ini merupakan salah satu pengaruh dari latihan kemandirian anak? Bagaimana kiat melatih anak mandiri?. Perlu orang tua ketahui setiap usia anak memiliki pemahaman dan daya tangkap yang berbeda ketika melatih kemandirian. Sejak usia dini merupakan suatu hal yang penting dan mengingat bahwa kemandirian pada anak tidak bisa terjadi dengan sendirinya, sehingga orang tua perlu melatihnya.
Ciptakan suasana rumah yang aman untuk berpetualang dan eksplorasi. Untuk meningkatkan kemandirian pada anak harus diberikan kesempatan seluasnya dalam mengeksplorasi hal-hal baru. Biarkan anak mengerjakan atau melakukan sesuatu yang dia senangi serta dapat dilakukan sendiri, walaupun hasil yang diperoleh berantakan dan memerlukan waktu lama namun tetap berikan pujian atas apa yang telah mereka usahakan.
Sedikit demi sedikit berilah tanggung jawab pekerjaan kepada anak. Mulailah dengan hal yang kecil atau ringan terlebih dahulu. Tahan keinginan untuk selalu ikut campur. Bagaimana anak mau mandiri, bila orangtua selalu mendikte. Memang wajar apabila orangtua rasanya selalu ingin membantu anak, terutama bila ia mengalami kesulitan. Akan tetapi sebagai orangtua juga perlu menahan sedikit keinginan tersebut, sebab banyak hal yang dapat dipelajari dari kesulitan atau kegagalan. Namun itu adalah proses menuju kemandirian dan mengambil tanggung jawab keluarga, bukan hanya hal yang menyangkut dirinya.
Jangan meremehkan kemampuan anak dan selalu besarkan hatinya bila merasa tak bisa melakukan dengan sempurna, bahkan kesannya bisa mengacau tetapi juga tidak memujinya berlebihan. Berikan dekapan dan arahan saat anak mulai kesal jika tidak dapat melakukan tugas kemandiriannya. Katakan dengan lembut tanpa terkesan menyalahkan dan beritahu langkah-langkah yang harus dilakukan. Bantulah anak dengan arahan-arahan agar dapat mengingat dan mengerjakannya. Dengan demikian dia akan lebih yakin pada dirinya, serta tidak ragu untuk mencoba hal-hal yang baru. Apresiasi positif diberikan bukan karena kualitas hasil saja, tetapi juga karena kesungguhan mereka berusaha.
Ajak anak untuk dapat peka terhadap lingkungan disekitar mereka. Selalu memberikan dorongan atau semangat kepada anak dalam melakukan hal-hal yang positif, baik dalam lingkungan keluarga maupun lingkungan pertemanan anak-anak. Seminimal mungkin jangan biarkan anak untuk mendengar, melihat, melakukan dan mengucapkan kata-kata kotor ataupun perlakuan kasar. Berikan contoh dan ajari anak untuk saling membantu dan menyayangi teman atau sesamanya yang membutuhkan. Karena pada dasarnya anak adalah seorang peniru yang hebat. Anak akan sangat mudah menyerap sesuatu yang terjadi di lingkungan sekitarnya.
Apabila anak menginginkan sesuatu seperti majalah dan mainan, dengarkan terlebih dahulu, berikan kesempatan anak untuk memilih dan berbicara. Kemudian ajak anak untuk berdiskusi mengenai pilihannya tersebut. Berikan pengertian dan pemahaman atau alasan-alasan yang mudah dimengerti anak mengapa barang tersebut dapat diberikan atau tidak dapat diberikan. Dengan cara berdiskusi, mereka akan mengerti tentang konsekuensi danbertanggung jawab dalam setiap pilihan yang mereka ambil.
Orangtua harus lebih disiplin dalam menerapkan pembiasaan dan pembelajaran pada anak. Jika orangtua bersikap disiplin dalam menerapkan proses pembelajaran kemandirian anak, akan mempercepat munculnya jiwa kemandirian pada anak. Namun jika orangtua tidak disiplin, tidak sabar, dan tidak telaten, akan memperlama munculnya jiwa kemandirian pada anak-anak. Kedisiplinan orangtua akan menjadi kunci keberhasilan dalam membentuk jiwa kemandirian pada anak. Dalam kedisiplinan ini, memang diperlukan sikap “tega” untuk melihat anaknya dalam kesulitan. Kadang banyak orangtua yang tidak tega, sehingga semua beban anak diambil alih oleh orangtua. Jadilah hal tersebut membuat mereka bersikap manja.
Dan yang terpenting adalah perkenalkan kepada anak perihal Tuhan sang maha pencipta. Ajarkan sedikit demi sedikit tentang anugerah yang diberikan Tuhan dan bagaimana cara untuk mensyukurinya. Semoga artikel ini dapat menjadikan orangtua lebih bijaksana dan juga tidak mau berhenti untuk belajar demi kebaikan dan masa depan anak-anak. Agar anak dapat menjadi pribadi yang tangguh, mandiri dan tidak manja tentunya. |
| Sumber : www.kompasiana.com |
| Other News & Articles |


